Sabtu, 12 Januari 2013

Mulok Menghijaukan Dunia

Kini, di saat global warming semakin parah, banyak kegiatan yang dilakukan manusia untuk mengurangi dampak dari pemanasan bumi tersebut. Kegiatan - kegiatan itu antara lain ialah melakukan daur ulang, reboisasi, dan mengurangi pemakaian benda-benda yang sulit terurai oleh tanah. 

Sekolah Regina Pacis sendiri telah menyisipkan mata pelajaran mulok sebagai kegiatan kurikulernya dalam rangka mengurangi global warming. Dalam pelajaran mulok, siswa -siswi diajarkan untuk mendaur ulang sampah menjadi benda yang lebih bernilai.

Kegiatan ini dilakukan mulai dari tingkat SD sampai SMA. Mulok yang diajarkan di SD biasanya seperti membuat pajangan dari bahan bekas, seperti pot bunga dari plastik ataupun hiasan dinding dari potongan-potongan kertas bekas. 

Di SD Regina Pacis ada kegiatan mulok yang sangat istimewa, yaitu membuat pohon natal yang besar dan indah dengan bahan dasar berupa bahan bekas yang diperoleh dari para siswa SD, seperti botol plastik bekas minuman.


Pada tingkatan yang lebih tinggi, kegiatan mulok yang diadakan akanlah lebih sulit. Siswa SMP biasanya diberi tugas membuat alat peraga. Memang tidak ada ketentuan bahwa bahan dasarnya harus dari bahan bekas, namun kriteria penilaian para guru menjanjikan nilai tambahan bagi mereka yang memakai bahan dasar dari barang - barang bekas. Hal ini membuat para siswa SMP dengan sendirinya termotivasi untuk memakai barang bekas.

Di SMA, kegiatan mulok yang diterapkan lebih sulit dibandingkan dengan mulok yang diadakan di SD ataupun di SMP. Kegiatan mulok menjadi satu mata pelajaran tersendiri ketika kita beranjak ke SMA. Beberapa tugas mulok yang dilaksanakan di SMA Regina Pacis Jakarta ini, antara lain ialah membuat arang atau briket, membuat pot dari bahan organik, serta menanam sayur-sayuran dengan media tanam tanpa unsur hara. 

Tak hanya saat mulok, pada mata pelajaran lain, siswa SMA juga diminta untuk membuat sesuatu dari barang -barang bekas. Pada mata pelajaran lab bahasa Inggris misalnya. Siswa-siswi diharuskan untuk membuat maket semurah mungkin. 

Dari tugas ini, ada salah seorang siswa kreatif yang memanfaatkan plastik-plastik bekas makanan, brosur-brosur, bahkan kabel yang sudah rusak dalam pembuatan maketnya. Tentunya maket hasil buatannya berbeda dengan hasil siswa lainnya.

Kebiasaan yang ditanamkan dari SD hingga SMA ini tentunya akan membuat warga Regina Pacis, khususnya para murid menjadi semakin sadar akan pentingnya melestarikan lingkungan dengan kegiatan go green kecil yang membawa manfaat besar. Kalau begitu, sekarang giliran kita! Ayo ikut berpartisipasi ! 

Bumi adalah tempat tinggal kita satu-satunya. Di mana lagi kita akan hidup kalau bumi ini rusak? Salam tim go green!

0 komentar:

Posting Komentar